Selasa, 29 Januari 2013

Beranda » , » Penyebab Terjadinya Kesurupan Massal

Penyebab Terjadinya Kesurupan Massal

Kesurupan Massal

Kasus kesurupan seringkali terjadi secara massal, misalnya yang sering terjadi pada anak-anak sekolah. Tak heran kondisi tersebut seringkali disangkutkan dengan hal-hal mistis dan gaib. Padahal kesurupan adalah gangguan kesehatan yang bisa dijelaskan secara medis. Lalu mengapa bisa terjadi secara massal?

"Bisa terjadi kesurupan massal di sekolah karena satu orang menjadi pemicu kesurupan di kelas karena adanya tekanan tertentu, lalu menular, dan dapat mempengaruhi yang lain. Bila diteliti, penyebab kesurupan tersebut adalah belajar terlalu keras, dan terlambat makan," ujar psikiater Prof. Dr. dr. Dadang Hawari, SpKJ.

Prof Dadang menjelaskan kesurupan adalah suatu reaksi bentuk gangguan jiwa yang ringan karena stres atau tekanan kehidupan. Reaksinya dapat teriak-teriak, dan menular dalam bentuk mempengaruhi yang lain.

Misalnya di kelas, lanjut Prof Dadang, setiap orang tertekan karena pelajaran. Ketika satu orang murid kesurupan, maka akan mudah diikuti dengan yang lain karena kondisinya yang terkejut dan ketakutan.

"Sama halnya dengan fenomena latah," tambah Prof Dadang.

Sedangkan menurut praktisi hipnoterapi, Soegiono, kesurupan bisa terjadi dengan adanya memori yang terkumpul sejak seorang anak manusia lahir, anak-anak, dan berkembang menjadi remaja. Seperti mendapat cerita horor dari orang tua atau teman-temannya, serta film horror yang ia tonton.

"Sehingga ada kepercayaan seperti malam Jumat adalah malam kramat. Penggambaran bentuk hantu, dapat terbentuk dalam introject masing-masing individu. Bila ada suasana yang menunjang, introject bisa hadir dalam kehidupan nyata," jelas Soegiono, yang sering menangani kasus kesurupan melalui hipnoterapi.

Menurut Soegionon, kesurupan bisa terjadi bila suatu keyakinan atau kepercayaan terhadap sesuatu, misalnya hal gaib, bisa menembus antara pikiran sadar dan bawah sadar, yang artinya membuka ‘filter’ yang ada dalam diri manusia. Terbukanya 'filter' manusia ini disebut introject.

Ketika introject berada dalam critical area (antara sadar dan bawah sadar manusia), maka orang tersebut akan fokus pada rasa takut yanmg menembus filternya. Nah, biasanya kesurupan bisa terjadi dengan masyarakat atau lingkungan yang memilki memori, kepercayaan yang sama mengenai hal-hal yang menakutkan.

Mengapa banyak terjadi di sekolah? "Bisa dilihat dari kecenderungan usia, yakni anak-anak dan remaja. Usia anak-anak dan remaja paling rentan untuk mengadopsi berbagai memori dalam kehidupan dan mudah tersugesti. Berbeda dengan orang dewasa yang umumnya lebih sulit ditembus dengan introject," terang Soegiono.