Selasa, 29 Januari 2013

Beranda » » Bacalah Sebelum Menyesal "Surga Yang Tak Tergantikan"

Bacalah Sebelum Menyesal "Surga Yang Tak Tergantikan"


Suatu hari, seorang anak mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian anak itu mengulurkan sehelai kertas yang bertuliskan sesuatu. Si Ibu segera membersihkan tangannya, lalu menerima kertas yang diulurkan oleh anak itu dan membacanya.

Upah membantu Ibu:
1. Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
2. Menjaga adik Rp20.000
3. Membuang sampah Rp5.000
4. Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5. menyiram bunga Rp15.000
6. Menyapu Halaman Rp15.000
Total : Rp85.000

Selesai membaca, si Ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar.

Si Ibu mengambil pena dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama …
OngKos mengandungmu selama 9 bulan- GRATIS
OngKos berjaga malam karena menjagamu - GRATIS
OngKos air mata yang menetes karenamu - GRATIS
OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu - GRATIS
OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu - GRATIS
OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu - GRATIS
Jumlah seluruh kasih sayangku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibundanya, lalu memeluknya seraya berkata, “Saya Sayang Ibu”. Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu di depan surat yang ditulisnya:
“LUNAS”.

inilah "perjalanan hidupmu":

Waktu usiamu 1 tahun , dia menyuapi dan memandikanmu …. 
sebagai balasannya … kau menangis sepanjang malam.

Waktu usiamu 2 tahun , dia mengajarimu bagaimana cara berjalan ...
sebagai balasannya … kamu kabur waktu dia memanggilmu.

Waktu usiamu 3 tahun , dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang ...
sebagai balasannya … kamu buang piring berisi makananmu ke lantai.

Waktu usiamu 4 tahun, dia memberimu pensil warna … 
sebagai balasannya ... kamu corat coret tembok rumah dan meja makan.

Waktu usiamu 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah ...
sebagai balasannya … kamu memakainya bermain di kubangan lumpur.

Waktu usiamu 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah … 
sebagai balasannya … kamu berteriak “NGGAK MAU …!”

Waktu usiamu 7 tahun, dia membelikanmu bola ... 
sebagai balasannya ... kamu melemparkan bola ke jendela tetangga.

Waktu usiamu 8 tahun, dia memberimu es krim … 
sebagai balasannya ... kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu.

Waktu usiamu 9 tahun , dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu …
sebagai balasannya … kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar.

Waktu usiamu 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun … 
sebagai balasannya ... kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam.

Waktu usiamu 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop ... 
sebagai balasannya … kamu minta dia duduk di barisan lain.

Waktu usiamu12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa … 
sebagai balasannya …. kamu tunggu sampai dia keluar rumah.

Waktu usiamu13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya ...
sebagai balasannya.. kamu bilang dia tidak tahu mode.

Waktu usiamu 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan ... 
sebagai balasannya … kamu nggak pernah menelponnya.

Waktu usiamu 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu … 
sebagai balasannya … kamu kunci pintu kamarmu.

Waktu usiamu 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil …
sebagai balasannya … kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya.

Waktu usiamu 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting ... 
sebagai balasannya … kamu pakai telpon nonstop semalaman.

Waktu usiamu 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA ... 
sebagai balasannya … kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi.

Waktu usiamu 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama … 
sebagai balasannya … kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama teman-teman.

Waktu usiamu 20 tahun, dia bertanya “Darimana saja seharian ini?”... 
sebagai balasannya … kamu menjawab “Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang.”

Waktu usiamu 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu … 
sebagai balasannya … kamu bilang “Aku nggak mau seperti kamu.”

Waktu usiamu 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan tinggi ... 
sebagai balasanmu … kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri

Waktu usiamu 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu … 
sebagai balasannya … kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu

Waktu usiamu 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanyatentang rencana di masa depan … 
sebagai balasannya .. kamu mengeluh “Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu.”

Waktu usiamu 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu ..
sebagai balasannya … kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Waktu usiamu 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu … 
sebagai balasannya … kamu katakan “Sekarang jamannya sudah beda.”

Waktu usiamu 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu ... 
sebagai balasannya kamu jawab “Aku sibuk sekali, nggak ada waktu.”

Waktu KEDUANYA berumur 50 tahun lebih, keduanya sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu … 
sebagai balasannya …. kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya …

dan hingga SUATU HARI...............
salah satu atau keduanya meninggal dunia..

Tiba-tiba kamu teringat semua yang pernah kamu lakukan (hal2 buruk) kepada mereka,yang mungkin membuat mereka tersinggung atau malu ataupun marah... dan kamu bertanya pada diri sendiri...

-apakah(hal-hal baik)yang pernah aku lakukan ataupun aku berikan kepada mereka......????

-apakah balasan yang aku berikan kepada mereka???

-apakah sudah impas(lunas) atas apa yang mereka berikan kepadaku dengan apa yg aku berikan kepada mereka???

jikalau jawabannya "tak ada ataupun tak tak banyak"
maka seharusnya kamu bertanya lagi pada diri sendiri (instropeksi)
kenapa aku tak melakukannya???, 
kenapa aku tak memberikannya???

padahal kamu mampu untuk memberikannya dan memang seharusnya mereka menerimanya,tapi kenyataannya tidak kamu berikan/ataupun kamu lakukan...
dan "kamu terpikir ingin memberi apapun yang kamu punya,dan melakukan yang terbaik untuk mereka,"DI SAAT SEMUANYA TELAH TERLAMBAT" (mereka telah berpulang)

apakah kamu bahagia dengan keadaan seperti itu ???
apakah itu tujuan hidupmu???

Untuk itu, jika orangtuamu masih ada … berikanlah kasih sayang dan perhatian lebih dari yang pernah kamu berikan selama ini.

jadi,sebelum terlambat,,,mulai lah dari hari ini !!! jangan tunda sampai besok apalagi sampai mereka berpulang yang pastinya akan membuat anda menyesal tanpa arti...

sebab kamu mungkin bisa membeli apapun di dunia ini,kamu mungkin bisa memiliki apapun yang kamu mau,tapi kamu takkan pernah bisa membeli WAKTU yg telah berlalu.

(kalau ada orang yg "menjual waktu" tolong kasih tahu saya)

berikanlah yang terbaik untuk yang tercinta.
berbahagialah kamu yang masih memiliki orang tua yang lengkap,
jangan pernah coba-coba untuk merasakan bagaimana rasanya di tinggal ibu??
bagaimana rasanya di tinggal ayah??

sebab itu adalah salah satu hal tersakit di dunia ini...
Dan jika orangtuamu(terlanjur)telah tiada … 
ingatlah kasih sayang dan cintanya yang telah diberikannya kepadamu dengan tulus dan tanpa syarat apapun..

kirimkanlah doa terindah/tertulus kepada mereka,lakukanlah hal yang membuat mereka tersenyum di alam sana, buat mereka bangga denganmu/dengan anak yang sangat di sayanginya... cukup sudah mereka kecewa di dunia dengan tingkah lakumu, jangan sampai mereka (masih tetap) kecewa di alam sana.